Penyebab Kegemukan Tidak Selalu Karena Lemak Daging

 

 

Penyebab Kegemukan Tidak Selalu Karena Lemak daging

Daging sapi adalah makanan sumber zat gizi yang penting untuk tubuh dan seharusnya menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Ternyata lemak yang ada di daging sapi tidak seluruhnya buruk bagi kesehatan dan juga tidak menyebabkan kegemukan. Lemak dalam jumlah yang cukup justru zat yang sangat dibutuhkan untuk melindungi organ tubuh, meningkatkan kerja syaraf dan justru berguna untuk meurunkan kolesterol.

Lemak adalah salah satu zat yang penting untuk tubuh, dan ternyata tidak semua lemak berbahaya bagi kesehatan kita. Lemak terbagi menjadi 2 macam, lemak jenuh (saturated fats) dan lemak tidak jenuh (unsaturated fats). Lemak tidak jenuh rantai tunggal (monounsaturated fats) dan lemak tidak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fats) adalah jenis lemak yang justru baik bagi tubuh. Sementara lemak jenuh (saturated fats) dan Trans fat adalah jenis yang sebaiknya dijauhi. Daging sapi alaminya mengandung semua jenis lemak tersebut.

Lemak pada daging tebagi dua yaitu lemak didalam daging (marbling) dan lemak dipermukaan daging (selvedge fat). Marbling adalah sebutan untuk lemak yang berada di dalam otot/daging (intramuscular), dengan otot yang lain (intermuscular). Sementara selvedge fat adalah lemak yang berada diantara satu otot yang lain (intermuscular).

Marbling dalam daging mengandung lemak tidak jenuh rantai tunggal (monounsaturated fats) yang tidak berbahaya bagi tubuh. Sementara itu , lemak yang harus dihindari adalah selvedge fat atau lemak luar. Selvedge fat terdiri dari 66% lemak dan 33% air. Dan lemak jenis ini dapat dengan mudah dibuang, yaitu dengan cara membersihkan (trimming) lemak yang ada di luar daging sbelum dimasak.

Di dalam tubuh lemak berfungsi untuk mengangkut vitamin A,D,E dan K, melindungi organ vital dan mengoptimalkan kerja syaraf. Lemak tidak jenuh tidak mampu menurunkan kadar kolesterol dan melindungi jantung.

Daging sapi yang sudah dibersihkan lemak luarnya (trimmed) adalah sumber nutrisi yang penting bagi tubuh, karena kandungan Zat Besi dan Zat Seng yang tinggi yang mudah diserap oleh tubuh selain itu juga merupakan sumber lemak baik Omega 3 kedua setelah ikan. Kandungan penting gizi lainnya adalah Protein dan Vitamin B12 yang hanya ditemukan di produk hewani. Semakin merah warna daging, makan semakin tinggi kandungan Zat Besinya. Itulah alasan mengapa Zat Besi dan Zat Seng dalam Beef dan Lamb 3 kali lebih tinggi dibanding ayam. Mengkonsumsi daging sebanyak 3-4 kali seminggu dalam jumlah yang cukup dapat membantu menjaga kadar Zat Besi dalam tubuh dan mencegah Anemia (kurang oksigen dalam darah). Hal ini sangat penting terutama untuk bayi, balita, remaja dan wanita muda (apalagi di waktu periode menstruasi).

Penyebab Kegemukan Tidak Selalu Karena Lemak daging

 

Jenis makanan seperti apakah yang bisa mengurangi rasa lapar? Makanan yang bisa mengurangi rasa lapar adalah makanan yang berprotein tinggi atau karbohidrat yang rendah Indeks Glisemiknya (GI). Makanan berprotein tinggi contohnya adalah daging sapi (beef), daging domba muda (lamb), telur, susu dan yoghurt. Sementara makanan yang rendah indeks glisemiknya termasuk gandum (oats), pasta, roti gandum, kacang-kacangan dan buah-buahan. Makanan tinggi protein dan rendah Indeks Glisemik membuat kita kenyang lebih lama oleh karena itu baik untuk diet.

 

 

 

 

 

Pengen belajar internet marketing online? hubungi WA 0811-281-281 klik disini